BESINFO.ID CIANJUR — Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur berhasil melampaui target penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2026. Meski kemarau panjang menurunkan volume panen harian, realisasi serapan mencapai 46.510 ton, atau setara 133 persen dari target 37.000 ton yang ditetapkan.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, Muhamad Azwar Puad, menyampaikan pencapaian tersebut sekaligus menjelaskan dampak El Nino terhadap pola serapan.
“Target kita untuk Kabupaten Cianjur tahun 2026 adalah 37.000 ton GKP, setara sekitar 18.500 ton beras. Per kemarin, realisasi kita sudah di angka 46.510 ton atau 133 persen. Artinya, kita sudah melebihi target perusahaan,” ujar Azwar kepada wartawan Sabtu 17/10/26
Azwar juga mengakui El Nino dan kemarau panjang menurunkan volume panen secara signifikan.
“Dampak kemarau terasa nyata. Saat musim penghujan, kita bisa menyerap hingga 1.000 ton per hari untuk wilayah Cianjur dan Sukabumi. Sekarang hanya berkisar 100 hingga 200 ton per hari, turun lebih dari separuh. Tapi secara kumulatif sejak awal tahun, kita tetap di angka 133 persen. Ini pencapaian yang patut disyukuri,” jelasnya.
Azwar juga menegaskan penyerapan tidak akan berhenti meski target tercapai.
“Instruksinya jelas, selama masih ada petani yang panen, Bulog wajib tetap menyerap. Kerja sama dengan penyuluh pertanian, TNI, dan Babinsa terus diperkuat agar tidak ada gabah petani yang tersisa tanpa penyerapan,” tambahnya.
Selain itu Kenaikan harga di pasar umum memang mulai terasa. Namun Azwar menegaskan Bulog siap menahan lonjakan melalui penyaluran beras SPHP (Stok Penyangga Harga Pangan).
“Harga di pasar umum mungkin ada kenaikan, tapi Bulog hadir di hilir menjaga stabilisasi harga. Melalui beras SPHP yang dijual terjangkau bagi seluruh masyarakat, kita pastikan pasokan aman dan harga terkendali,” tegasnya. Awr




















