BESINFO.ID,Cianjur– Pencoretan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) BPJS Kesehatan di Kabupaten Cianjur menuai tanggapan pedas dari aktivis asal Cianjur Hendra Malik.
Pria berkepala plontos itu menilai keputusan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang resmi mengubah status UHC Prioritas menjadi UHC Cut-Off disusul dengan pemangkasan ratusan ribu data kepesertaan JKN termasuk tidak menjawab hak dari masyarakat
“Pemerintah daerah memiliki kewajiban moral dan struktural untuk memastikan tidak ada satupun masyarakatnya yang terhalang mengakses layanan medis hanya karena persoalan biaya,” kata Hendra, Selasa 4 Agustus 2026.
Hendra menyebut, kebijakan brutal itu menelantarkan ratusan ribu jiwa warga miskin Cianjur yang sebelumnya dijamin akses kesehatannya.
“Kesehatan bukanlah komponen anggaran yang bisa ditawar atau dikorting sesuka hati demi menutupi buruknya perencanaan fiskal daerah. Artinya ada nyawa warga miskin yang sedang dikorbankan di atas meja birokrasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menanggapi kebijakan yang mulai diterapkan per 1 Agustus 2026. Dia menyebut, masyarakat saat ini menggaungkan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang merupakan bagian dari cakupan kepesertaan PBI-JK.
Dia menambahkan, UHC bukan sebuah program melainkan bentuk penghargaan atau predikat dari pemerintah pusat terhadap cakupan kepesertaan jaminan kesehatan.
“UHC itu bukan program, tapi predikat yang diberikan pemerintah kepada pemerintah daerah. Sedangkan programnya sendiri yaitu jaminan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Awr)




















