BESINFO.ID,Cianjur– Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar memberikan pembekalan dan melepas sebanyak 357 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur di Pendopo, Selasa 4 Agustus 2026.
Mayoritas calon PMI akan mendapatkan penempatan di Negara Jepang dan Taiwan.
Cak Imin mengatakan, ratusan calon PMI berkesempatan bekerja di luar negeri melalui jalur resmi sehingga mengubah wajah ketenagakerjaan di Cianjur.
Dia menilai, langkah itu menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan kerja di tengah masih terbatasnya lapangan pekerjaan di dalam negeri.
”Saya bangga, bersyukur, terima kasih. Hari ini Cianjur mengubah wajah kita semua dengan memberangkatkan pekerja migran di sektor-sektor strategis, industri formal,” kata Cak Imin.
Dia menambahkan, pemerintah menjalankan program SMK Go Global agar pekerja mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), subsidi pelatihan, hingga fasilitasi penempatan kerja di luar negeri.
”SMK Go Global kita support kepada calon pekerja untuk dipermudah, dibantu melalui KUR pinjamannya, nanti disubsidi pelatihannya, kemudian difasilitasi job order-nya,” ungkapnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur menjadi pekerja migran melalui jalur ilegal. Menurutnya, praktik tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diberantas.
”Jangan mengambil jalan ilegalnya karena itu berbahaya. Apa yang menjadi kendala, silakan saya siap memfasilitasi,” tegasnya.
Kepala Cabang PT Cipta Jaya Bahtera Novi Dahlianti mengatakan, cabang Pelayanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Kabupaten Cianjur terus berupaya memperluas akses penempatan yang berkualitas dan terjamin hak-haknya.
“Saat ini tercatat masih ada 30 calon pekerja migran yang sedang dalam proses pembekuan di LPK serta 10 orang yang sedang menunggu pemberangkatan ke Taiwan,” kata Novi.
Negara Taiwan menjadi salah satu tujuan utama karena dinilai memberikan keuntungan yang lebih baik bagi pekerja.
“Kami memilih Taiwan karena gajinya paling besar dibanding negara tujuan lain, proses penempatannya relatif lebih mudah, perlindungan hukumnya paling baik dan jaminan kesehatannya pun sangat memadai,” pungkasnya. (Awr)




















