BESINFO.ID,Cianjur– Kericuhan mewarnai pelaksanaan tes akademik bagi bakal calon kepala desa yang digelar di Universitas Suryakancana pada Minggu 20 September 2026.
Peristiwa itu terjadi saat proses perhitungan dan penilaian terhadap para peserta. Pemicunya diduga berkaitan dengan kelengkapan dokumen salah satu dari 32 peserta bakal calon kelima desa.
Salah satu peserta, Misron dari Desa Wangunjaya Kecamatan Agrabinta mempersoalkan sikap panitia tingkat desa yang dinilai tidak mengeluarkan sejumlah dokumen administrasi, diantaranya SK Badan Permusyawaratan Desa (BPD), SK kepala dusun dan SK kepala urusan (kaur) umum.
Zaenal, tim pemenangan peserta Misron mengatakan, aksi protes tersebut lantaran tidak diterbitkannya dokumen sehingga berdampak terhadap komponen penilaian yang diterima.
“Keberatan, karena peserta merasa terdapat dokumen yang seharusnya dapat menjadi penunjang nilai, tetapi tidak masuk dalam perhitungan,” kata Zaenal.
Kepala Bidang Bina Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Desa (PMD) Kabupaten Cianjur Dendi Reynaldi mengatakan, persoalan tersebut mencuat saat proses perhitungan penilaian berlangsung.
“Ada sedikit masalah yang memang perlu diluruskan oleh panitia maupun salah satu calon yang memang secara kelengkapan penilaian ini kurang lengkap,” kata Dendi.
Dendi memastikan, persoalan tersebut dapat diselesaikan karena tahapan penetapan calon belum dilakukan.
“Sebetulnya secara sederhananya melengkapi. Target penetapan calon tanggal 22 sehingga masih ada waktu sampai besok,” pungkasnya. (Awr)




















