BESINFO.ID,Cianjur– RSUD Sayang meluruskan informasi dugaan intimidasi kepada konten kreator Muhammad Ridwan.
Pemilik akun medos Aktivis Cianjur Selatan itu sebelumnya mengaku diintimidasi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian berupa larangan merekam kondisi lingkungan RSUD Sayang.
Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi mengaku, insiden itu bermula dari kesalahpahaman komunikasi.
Pihak RSUD Sayang pun sudah menjelaskan aturan pengambilan video dan foto dan menepis kabar penutupan informasi.
“Perekaman diperbolehkan selama berizin dan tidak melanggar privasi pasien. Aturan itu ada batas yang jelas,” kata dia, Selasa 20 Oktober 2026.
Mengenai keluhan program berobat gratis kelas III, RSUD Sayang juga tengah menunggu aturan secara teknis.
“Saat itu kami sedang menunggu petunjuk teknis resmi. Saat ini, juknis sudah kita terima dan program berjalan sebagaimana mestinya,” paparnya.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian membantah, telah mengintimidasi seorang konten kreator.
Adapun pelarangan mengambil gambar dan video demi menjaga keamanan dan ketenangan pasien yang sedang dalam proses pemulihan.
“Mereka butuh ketenangan, bukan keributan. Setiap lokasi punya aturan sendiri yang harus dipatuhi, itu untuk kepentingan bersama kesembuhan pasien,” pungkasnya. (Awr)




















