CIANJUR.Besinfo.com– Sosialisasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Cianjur terimbas efisiensi anggaran, sehingga kegiatan tersebut sementara dihentikan.
Padahal dalam dua tahun terakhir atau 2023 hingga 2024 kasus kekerasan anak dan perempuan tengah tinggi.
Di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur saja tercatat secara akumulasi jumlahnya mencapai 304 kasus.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy mengaku, dampak efisiensi membuat program sosialisasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Cianjur pada tahun 2025 tidak bisa dilakukan, terutama menyasar ke desa dan sekolah.
“Dimana tahun sebelumnya, ada 10 lokasi di desa dan sekolah dengan narasumber dari kejaksaan, untuk tahun ini sama sekali tidak ada,” tutur Tenty, Kamis 8 Mei 2025.
Tidak adanya kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan kata Tenty, berimbas kepada target dalam upaya menurunkan kasus dari DPPKBP3A Kabupaten Cianjur.
“Sedikit kurangnya berdampak dari target yang sudah ditetapkan,” kata dia.
Akan tetapi, DPPKBP3A Kabupaten Cianjur khusunya bidang PPA lanjut Tenty tidak patah arah dan akan lebih meningkatkan penyebaran informasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan lewat media sosial dan media massa.
“Untuk sosialisasi penanganan kekerasan perempuan dan anak akan lebih ditingkatkan melalui media sosial (medsos) dan bekerjasama dengan pers,” pungkasnya. (Redaksi)




















