BESINFO.ID,Cianjur– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyempatkan berkunjung ke Klinik Harapan Sehat di wilayah Cibeber, Kabupaten Cianjur pada Kamis 23 Juli 2026.
Kunjungan ini berbuah kekaguman mendalam atas cara unik dan penuh kemanusiaan yang diterapkan klinik tersebut dalam melayani warga, terutama mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
Dalam perbincangannya dengan pengelola, Dedi Mulyadi menyampaikan takjub melihat sistem pembayaran yang sangat luwes dan menyejukan hati. Di klinik ini, biaya pengobatan tidak ditetapkan secara kaku; kesepakatan atau ijab kabul disesuaikan sepenuhnya dengan kemampuan pasien.
“Saya bertemu dokter yang menerima pasien seikhlasnya. Ijab kabulnya disesuaikan dengan obat yang disiapkan. Ada yang tidak mampu membayar uang, bayar dengan sayuran, ada yang bayar dengan doa, bahkan ada yang membayar dengan mengucapkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum berobat,” ujar Dedi Mulyadi di kutip dari media sosial miliknya
“Yang membuat saya makin heran sekaligus bangga, justru dengan cara seperti ini kliniknya tidak hanya bertahan, tapi terus berkembang dan bertambah,” tambahnya.
Sementara itu Pendiri sekaligus pengelola Klinik Harapan Sehat, dr. Yusuf Nugraha, menjelaskan bahwa keberlangsungan klinik ini didukung oleh prinsip subsidi silang dan kepercayaan. Ia tidak berdiri sendiri dalam membiayai operasional pelayanan kesehatan ini.
“Alhamdulillah ini adalah berkah. Kami menerapkan sistem subsidi silang. Dana operasional tidak semata-mata dari saya, tapi juga dari usaha lain yang saya jalani serta dukungan istri saya. Ijab kabul di sini murni menyesuaikan kemampuan masing-masing,” jelas dr. Yusuf.
Ia menambahkan, pihaknya senantiasa terbuka dan transparan kepada setiap pasien.
“Kami sampaikan secara jujur, seharusnya biaya pengobatannya sekian, tapi berapa yang Bapak Ibu sanggup berikan? Ada pasien yang memang mampu membayar lebih, selisih itulah yang kami gunakan untuk menanggung biaya pengobatan saudara kita yang belum mampu,” ungkapnya.
dr. Yusuf mencontohkan sosok Bu Enur, pasien setia yang rutin berobat di klinik Harapan Sehat. Setiap kali berkunjung, Bu Enur selalu menyisihkan lebih dari yang seharusnya, dan kelebihan itulah yang dialihkan untuk membantu warga lain yang membutuhkan pertolongan medis namun terkendala biaya.
Kehadiran klinik ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tidak harus selalu berorientasi pada keuntungan materi, melainkan bisa berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan dan gotong royong. Model seperti ini dinilai sangat relevan untuk menjawab kesenjangan akses layanan dasar di tengah masyarakat.
Gubernur berharap semangat keikhlasan dan kepedulian seperti yang ditunjukkan Klinik Harapan Sehat dapat menular ke berbagai pihak, sehingga tak ada lagi warga yang menunda pengobatan hanya karena tak sanggup membayar. (Awr)




















