BESINFO.ID,Cianjur– Kabupaten Cianjur menjadi tuan rumah Gema Tunas V. Penyelenggaraannya di Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, yang dilaksanakan pada 18 dan 20 September 2026.
Kegiatan mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” dan semangat “Berkarya, Berbakti, Peduli”.
Pada giat tersebut dilakukan pertemuan warga belajar pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C yang tak hanya berasal dari Jawa Barat, namun juga dari Lampung, Banten, Riau, NTB, Sulawesi hingga Kalimantan.
Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. I Gusti Made Ardana mengatakan, kegiatan ini melatih keterampilan kepramukaan, kerja sama dan kedisiplinan yang ditempa di alam terbuka.
“Kami sangat berharap apa yang adik-adik jalankan dan ikuti hari ini bisa dibawa ke dalam ruang-ruang kelas agar tetap semangat belajar,” kata dia, Jumat 18 September 2026.
Bagi I Gusti, lembaga kesetaraan memiliki kedudukan yang sah dan setara, termasuk legalitas ijazah yang diakui negara.
“Lulusan pendidikan kesetaraan memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan ke jalur pendidikan formal. Kedudukannya setara dan membuka pintu masa depan yang sama luasnya,” tegasnya.
Gusti Made juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur atas tata kelola PKBM yang dinilai patut diteladani daerah lain.
“Pengelolaan pendidikan non formal di Cianjur dapat menjadi teladan. Terutama tata kelolanya, semoga bisa diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya,” tambahnya.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, menyambut kehadiran peserta dari berbagai penjuru negeri sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih dan berbangga hati kepada seluruh panitia, penyelenggara, dan rekan-rekan yang telah menyukseskan Gema Tunas V,” kata Wahyu.
Ketua DPD Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik menjelaskan, 12 cabang perlombaan yang disiapkan bukan sekadar untuk bertanding, melainkan untuk membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, dan peduli.
“Kegiatan Pramuka pendidikan non formal ini dirancang sebagai ajang pembinaan karakter, kemandirian, dan kedisiplinannan,” pungkasnya. (Awr)


















