BESINFO.ID CIANJUR — Ketersediaan beras di Kabupaten Cianjur dipastikan aman hingga akhir tahun 2026. Namun lonjakan harga cabai akibat musim kemarau panjang menjadi tantangan utama yang diantisipasi pemerintah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pemotongan rantai distribusi.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi, menyampaikan pemantauan tersebut saat ditemui Rabu (21/10/2026).
“Secara umum, khususnya kebutuhan pokok seperti beras, kondisinya sampai akhir tahun aman. Kemarin juga ada surplus gabah kering,” ujar Firman
Sementara itu menurut Firman tekanan harga terbesar datang dari komoditas cabai.
“Memang betul terjadi lonjakan harga cabai. Ketersediaan panen terganggu karena musim kemarau yang cukup panjang. Dampaknya nyata di pasaran,” jelasnya.
Selain itu Firman juga menyoroti panjangnya rantai distribusi sebagai salah satu penyebab selisih harga antara petani dan konsumen. GPM dirancang menjembatani persoalan ini dengan melibatkan langsung pasokan dari kelompok tani.
“Di hulu ada Dinas Pertanian yang mengatur pola tanam dan irigasi. Kami di hilir mengupayakan pendistribusian, termasuk memutus rantai pasok yang panjang agar harga lebih terjangkau masyarakat,” tegasnya. Awr




















