BESINFO.ID,Cianjur – Proyek energi panas bumi geothermal mendapatkan penolakan keras dari aktivis asal Cianjur Hendra Malik.
Pria berkepala pelontos itu menilai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Gede Pangrango itu dapat membawa bencana bagi alam Kabupaten Cianjur.
Hendra menegaskan, pengeboran dan injeksi fluida di jantung zona sesar aktif pasca-gempa bukan sekadar keputusan bisnis yang berisiko.
“Menjadi sebuah kecerobohan sistematis yang mempertaruhkan nyawa ribuan warga di kaki gunung. Kami tidak akan membiarkan Gede Pangrango dijadikan laboratorium bencana demi ambisi energi,” tegas Hendra.
Hendra pun menuntut pemerintah membuat tim investigasi independen terhadap proyek geothermal.
Pasalnya, dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) lama dinyatakan kadaluwarsa. Terlebih Cianjur punya sejarah terjadinya gempa bumi.
“Harus melibatkan pakar seismologi dan hidrologi untuk menguji ulang stabilitas struktur batuan,” paparnya.
Hendra menyebut, proyek geothermal dapat berpotensi menganggu sumber air di Jawa Barat.
“Kawasan Gede Pangrango adalah penyangga hidrologis vital. Kerusakan jalur akuifer akibat intervensi mekanis di bawah tanah yang tidak stabil di menyebabkan krisis air permanen bagi jutaan penduduk di Jawa Barat hingga Jakarta,” pungkasnya. (Awr)




















