BESINFO.ID,Cianjur – Puluhan anggota Ormas Islam mendesak Pemkab Cianjur mengambil langkah tegas membendung penyebaran praktik lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ).
Aspirasi itu disampaikan pada audiensi di Aula Praja Pendopo Kabupaten Cianjur, Kamis 27 Agustus 2026.
Perwakilan Tokoh Ormas Islam Habib Hud mengatakan, masyarakat sudah merasa jenuh melihat sikap pemerintah dan APH yang dinilai diam saja dan tidak bertindak tegas terhadap praktik LGBTQ.
Selain itu, pemerintah juga dinilai tidak serius terhadap aktivitas penyebaran faham Ahmadiyah dan peredaran minuman keras oplosan.
“Kami sudah merasa jenuh dengan keadaan sekarang. Padahal kalau pemerintah dan APH tidak bertindak, kita tidak akan turun ke jalan,” kata Habib Hud.
Dia mengajak seluruh masyarakat Cianjur untuk bergerak, sebab permasalahan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan ulama saja.
“Ini sangat menghawatirkan, diperkirakan jumlah kelompok LGBT di Cianjur mencapai lebih dari 7.000 orang, sebanyak 4.000 orang di antaranya diduga terinfeksi HIV/AIDS,” paparnya.
Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe menegaskan, Pemkab Cianjur siap menyerap aspirasi tersebut.
“Kita sepakat bagaimana caranya tetap kondusif, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah ini, Asda I akan memimpin rapat bersama dinas-dinas terkait untuk membahas lebih lanjut,” pungkasnya. (Awr)




















