BESINFO.ID. CIANJUR – Perum Bulog Cabang Cianjur mengakui adanya gangguan koordinasi yang menyebabkan keterlambatan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) di wilayah Sukatani, Kecamatan Pacet. Insiden ini memicu kebingungan dan ketidaksabaran warga yang telah menunggu kedatangan bantuan tersebut.
Kepala Perum Bulog Cianjur, Sri Wahyuni, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026), membenarkan adanya miskomunikasi yang terjadi antara pihaknya, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga aparat desa terkait mekanisme penyebaran informasi.
“Memang ada miskomunikasi antara TKSK, Bulog, dan pihak di desa. Ini hanya kesalahpahaman dalam proses penyaluran,” ujar Sri Wahyuni.
Menurut Sri Inti permasalahan terletak pada tidak sinkronnya tahapan administrasi. Menurut prosedur standar, undangan penyaluran bantuan seharusnya baru disebarkan setelah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek). Bimtek ini krusial karena berisi pelatihan penggunaan aplikasi pendataan dan tata cara dokumentasi penyaluran.
“Undangan seharusnya disebarkan setelah Bimtek dilaksanakan. Karena dalam Bimtek itu dijelaskan penggunaan aplikasi untuk pendataan Penerima Bantuan Pangan (PBP), termasuk dokumentasi saat penyaluran,” jelasnya.
Setiap penerima bantuan wajib didata dan difoto saat menerima paket bantuan, yang terdiri dari beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter untuk alokasi dua bulan.
Namun di lapangan, undangan terlanjur beredar di masyarakat sebelum tahapan teknis dan administrasi selesai dilakukan. Hal inilah yang memicu ekspektasi warga bahwa bantuan akan segera cair, padahal sistem belum siap.
“Karena undangan sudah tersebar, warga menjadi menunggu dan berharap bantuan segera dibagikan. Padahal, tahapan administrasinya belum selesai. Ini yang menyebabkan keresahan,” ungkap Sri.
Sri menegaskan, kendala komunikasi dan prosedur seperti ini merupakan kejadian pertama kali yang dialami oleh Bulog Cianjur yang wilayah kerjanya mencakup tiga kabupaten/kota.
“Ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya tidak pernah ada kendala seperti ini. Proses biasanya berjalan lancar dan sesuai jadwal,” tegasnya.
Akibat persoalan ini, hingga hari ini penyaluran bantuan pangan untuk wilayah Kecamatan Pacet secara keseluruhan belum dapat dilaksanakan dan masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
Terkait kapan bantuan ini akhirnya akan disalurkan, Sri menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan tanggal pasti. Selain menunggu kelengkapan administrasi, pihaknya juga mempertimbangkan faktor teknis di lapangan, termasuk kondisi cuaca yang dapat memengaruhi distribusi logistik.
“Kami belum bisa mencantumkan tanggal penyaluran. Tapi jika semua tahapan sudah sesuai prosedur, penyaluran akan segera dilakukan,” katanya.
Sebagai langkah perbaikan, Bulog akan memperketat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Ia meminta agar ke depannya informasi tidak disebarkan sembarangan sebelum ada konfirmasi resmi.
“Ke depan, sebelum undangan disebarkan, harus ada komunikasi terlebih dahulu dengan Bulog agar tidak terjadi miskomunikasi seperti ini,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Sri Wahyuni menyampaikan permohonan maaf secara mendalam atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat, khususnya warga Sukatani.
“Kami mohon maaf atas miskomunikasi yang terjadi. Kami harap masyarakat bersabar. Penyaluran bantuan harus berjalan tertib administrasi dan terukur, baik dari sisi data maupun pembagian komoditas agar tepat sasaran,” pungkasnya.
Awr


















