CIANJUR, Besinfo.id — Pembangunan jembatan gantung yang menjadi harapan warga Kampung Rawahuni dan Kampung Rawalame, Desa Cijati, Kecamatan Cijati, Cianjur resmi dimulai pada Selasa, 25 Agustus 2026. Anggaran sebesar Rp3,5 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat, atas perjuangan Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Angga Linoseva. Jembatan ini akan menjadi penghubung vital yang selama ini terputus akibat kerusakan struktur sebelumnya.
Angga Linoseva menyampaikan bahwa jembatan tersebut dirancang sepanjang 60 meter dan ditargetkan selesai dalam 120 hari ke depan.
“Ini anggaran dari provinsi sebesar Rp3,5 miliar, dengan panjang 60 meter. Jembatan ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 120 hari,” ujar Angga.
Pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Jembatan sebelumnya telah rusak parah akibat pergeseran tanah, sehingga tidak lagi aman digunakan oleh warga. Kerusakan itu memutus akses langsung antara dua kampung yang berdampingan, memaksa warga menempuh rute memutar jauh untuk beraktivitas, berdagang, hingga mengantar anak sekolah atau membawa pasien ke fasilitas kesehatan.
“Sebelumnya jembatan ini rusak karena pergeseran tanah sehingga tidak dapat digunakan oleh warga,” jelas Angga.
Kondisi itu sudah berlangsung cukup lama, menimbulkan kesulitan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Warga harus menyeberang dengan risiko atau mengambil jalan memutar yang memakan waktu dan biaya lebih besar menghambat perputaran ekonomi serta pelayanan dasar di wilayah tersebut.
Angga menegaskan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk tanggung jawab dan perhatian terhadap aspirasi masyarakat yang terus disampaikan sejak lama. Dengan panjang 60 meter dan anggaran Rp3,5 miliar, jembatan dirancang lebih kokoh dan disesuaikan dengan kondisi tanah setempat agar lebih tahan terhadap pergeseran.
“Kami berharap setelah selesai dibangun, jembatan ini benar-benar bermanfaat maksimal bagi warga kedua kampung. Tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Pembangunan ditargetkan rampung sekitar akhir tahun 2026. Selama proses konstruksi, warga diimbau untuk bersabar dan tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek. Angga juga mengajak warga untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Awr




















