BESINFO.ID CIANJUR – Perum Bulog Cabang Cianjur mencatat pencapaian gemilang pada tahun 2025 dengan melebihi target serapan Gabah Kering Panen (GKP) yang ditetapkan kantor pusat. Target awal sebesar 42.000 ton berhasil dilampaui menjadi 59.000 ton, menunjukkan kinerja optimal dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Wakil Kepala Bulog Cianjur, Jajang Nurohman, menyatakan kebanggaan atas pencapaian tersebut. “Secara pemenuhan target, kita sudah melebihi target yang ditetapkan oleh kantor pusat. Target serapan pusat di 42.000 ton, kita berhasil mencapai di 59.000 ton,” ujarnya kepada wartawan Rabu 31/12/2025
Ia juga memastikan stok beras di akhir tahun tetap aman dan cukup. “Untuk stok Bulog Cianjur, penguasaan stok di akhir tahun sebanyak 14.900 ton. Artinya, untuk pemenuhan kebutuhan penugasan pemerintah kita sangat cukup dan siap untuk menerima penugasan selanjutnya,” jelas jajang
Selain penyerapan, Bulog Cianjur juga berhasil menyalurkan berbagai penugasan, termasuk bantuan pangan.
“Secara penyaluran bantuan pangan sudah disalurkan untuk 3 kabupaten/kota dan bisa dinyatakan lancar karena hingga saat ini sudah terrsampaikan kepada penrima manfaat dan tidak menerima komplain,” ungkapnya.
Pada tahun 2025, Bulog Cianjur sudah melakukan penyerapan gabah langsung dari petani lokal dan kemudian untuk disalurkan kembali untuk warga lokal.
“Kita cukup berbangga dengan kondisi ini karena beras Cianjur yang sudah bagus, dan kita ingin memaksimalkan potensi daerah untuk dinikmati warga sendiri,” katanya.
Selain itu, penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga mencapai hampir 9.000 ton.
“Kebutuhan selain penugasan tetap, kita melaksanakan penawaran untuk warga umum melalui kegiatan stabilisasi harga di berbagai saluran salahsatunya di pasar tradisional,” tambahnya.
Mengenai target tahun depan, jajang menyebutkan adanya potensi peningkatan.
“Berdasarkan informasi rapat terakhir, target serapan GKP tahun 2026 kemungkinan meningkat dari 42.000 ton menjadi 60.000 ton. Kita melihat ritme kerja dan kerjasama yang baik antara BULOG, Dinas dan mitra, sehingga target itu tercapai,” paparnya.
Data perkembangan harga juga menunjukkan stabilitas harga beras di Cianjur sebagai salah satu dampak atas pelaksanaan SPHP.
“Berdasarkan data SP2KP beberapa bulan terakhir, harga beras bisa dikatakan stabil. Ini bukti bahwa tugas kita sebagai penyedia pasokan dan stabilisasi harga terlaksana dengan baik,” tegasnya (Awy)




















