BESINFO.ID,Cianjur– Camat Pasirkuda Muhammad Irfan menjadi korban bentrokan suporter saat pertandingan final tarkam dalam rangka memperingati Hari Jadi Kecamatan Pasirkuda ke-18, Kamis 2 Oktober 2026
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laga tersebut mempertemukan Kalibaru dan Simpang. Turnamen diikuti 16 tim yang berasal dari sembilan desa.
Pemicu kericuhan berawal dari Kepala Desa Kalibaru menarik seluruh pemain Kalibaru keluar dari lapangan. Kericuhan makin meluas setelah kepala desa tersebut diduga melontarkan kata-kata yang bersifat provokasi.
Akibatnya seluruh pemain Kalibaru ditarik dari lapangan, pertandingan yang masih menyisakan sekitar 19 menit, akhirnya laga tidak dapat dilanjutkan.
Kericuhan meluas hingga ke luar lapangan. Suporter Kalibaru dilaporkan melakukan pemblokiran jalan sehingga suporter Simpang tidak dapat melintas.
Situasi tersebut memicu keributan lanjutan di luar arena pertandingan.
Irfan mengaku, mencoba melerai kedua kubu saat mendengar informasi terjadi bentrokan suporter.
“Saya mendapat berita bahwa di Kalibaru akan terjadi keributan. Saya langsung menuju Kalibaru untuk mencegah jangan sampai terjadi bentrokan,” kata Irfan.
Namun, Irfan malah apes dan malah menjadi korban keganasan aksi tawuran tersebut.
“Saya kena batu di bagian kaki, kaki kiri dan kaki kanan. Karena cedera, saya tidak bisa leluasa bergerak sampai harus di bawa ke puskesmas,” ujarnya.
Dia berharap, kedua kubu menghentikan pertikaian dan saling memaafkan.
“Kita saling menahan diri dan saling memaafkan. Mari kita islah demi kedamaian dan keamanan masyarakat Pasirkuda,” pungkasnya. (Awr)




















