BESINFO.ID CIANJUR โ Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur mencatat realisasi investasi berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) hingga Triwulan III tahun 2026 mencapai Rp2.381.011.106.213 (Rp2,38 triliun). Angka ini menggabungkan realisasi pada Triwulan I sebesar Rp608 miliar, Triwulan II Rp724 miliar, dan Triwulan III melonjak menjadi Rp1,04 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Cianjur, Superi Faisal saat di jumpai wartawan pada Rabu 4/11/26 menyampaikan laporan tersebut sebagai gambaran kinerja penanaman modal di daerah itu. Pertumbuhan pada kuartal ketiga tercatat paling tinggi dibandingkan dua periode sebelumnya, menunjukkan percepatan masuknya modal ke Kabupaten Cianjur.
Dari total realisasi tersebut, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp1,48 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp901 miliar. Hal ini menunjukkan dominasi peran investasi domestik dalam mendorong perekonomian daerah.
Secara sektoral, sektor industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar, diikuti oleh sektor perdagangan dan reparasi, perumahan serta kawasan industri, serta listrik, gas dan air. Peningkatan yang signifikan pada Triwulan III menunjukkan iklim investasi Cianjur terus bergerak positif, meskipun tantangan penyederhanaan perizinan dan peningkatan kualitas pelayanan terus diperbaiki agar semakin kompetitif di mata investor.
Laporan ini juga menegaskan bahwa perbaikan iklim penanaman modal di Cianjur memerlukan konsistensi, di mana pertumbuhan investasi tidak hanya dinilai dari angka yang masuk, tetapi juga dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan.
“Realisasi ini menjadi modal penting bagi pembangunan daerah. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan investasi yang masuk benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup,” ujar Supei Faisal singkat. (Awr)



















