BESINFO.ID, CIANJUR – Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis (bimtek) penguatan tata kelola dan efektivitas program pendidikan kesetaraan yang akuntabel di Palace Hotel Cipanas. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (15/2/2026) itu dihadiri seluruh pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Cianjur.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi peran PKBM sebagai garda terdepan pendidikan nonformal yang telah mendidik ribuan warga Cianjur. Ia menekankan pentingnya hasil pendidikan yang nyata, bukan sekadar pemberian sertifikat.
“Saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada para pengelola. Harapannya, ketika ada warga yang lulus dari PKBM, bisa menjadi warga yang berdaya, tidak menjadi beban masyarakat atau pengangguran,” ujarnya.
Bupati menambahkan, pemerintah daerah siap mendukung sarana dan prasarana PKBM guna meningkatkan kualitas lembaga sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi PKBM (FK PKBM) Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, menjelaskan bahwa organisasi yang berdiri sejak 29 Desember 2002 tersebut berperan sebagai penghubung antar-PKBM serta antara PKBM dengan pemerintah daerah. Tugasnya antara lain mengoordinasikan kegiatan dan menyampaikan informasi program pemerintah.
“PKBM dan SKB menyelenggarakan pendidikan nonformal Paket A hingga C, serta kursus dan pelatihan keterampilan,” ujar Deni kepada wartawan Besinfo, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, hingga akhir 2025 jumlah PKBM terakreditasi mencapai 251 dari total 369 lembaga, sementara satu SKB juga masih beroperasi. Sebanyak 347 lembaga telah menerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang tersebar di 32 kecamatan.
“Kami berharap bimtek ini dapat meningkatkan tata kelola dan kapasitas sumber daya manusia, sehingga indeks pembangunan pendidikan di Cianjur ikut meningkat,” pungkasnya. (awr)




















