BESINFO.ID,Cianjur– Perum Bulog merombak total identitas beras Merek-merek lama SPHP, Befood, hingga Punokawan kini disatukan di bawah nama Beras Kita: Beras Kita Medium menggantikan SPHP, sedangkan Beras Kita Premium menggantikan merek premium sebelumnya. Langkah ini bukan sekadar ganti nama, melainkan strategi memperluas jangkauan sekaligus memperkuat intervensi harga pangan di pasaran.
Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Cianjur dan Sukabumi, Muhammad Azwar Fuad, menegaskan rebranding ini tak mengubah kualitas.
“Kualitas tetap sama, masih masuk kelas beras medium. Standar butir patah dan spesifikasi lain tidak berubah,” ujar Azwar kepada wartawan Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya Jika sebelumnya kemasan SPHP berwarna kuning-hijau, kini Beras Kita Medium hadir dengan kemasan biru muda. Kemasan lama yang masih beredar tetap berlaku hingga habis, baru diganti yang baru dan tak ada penarikan stok.
Langkah ini juga memperluas jangkauan ke beras premium. Pemerintah juga menyiapkan 75.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kelas premium untuk menahan lonjakan harga terobosan baru setelah selama ini intervensi lebih banyak menyasar beras medium.
Di Cianjur, beras SPHP dijual Rp12.500/kg, di bawah HET Rp13.500/kg. Azwar berharap dengan wajah baru, harga bisa terus ditekan dan jangkauan makin luas.
“Semakin banyak Rumah Pangan Kita (RPK) yang mendaftar, semakin mudah masyarakat mendapat beras terjangkau,” ujarnya.
Poin krusial di Cianjur maupun Sukabumi, Bulog tidak menggunakan beras impor sepanjang 2025–2026. Seluruh stok diserap dari petani lokal menguntungkan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
Rebranding Beras Kita menjadi bukti pemerintah tak hanya menjaga pasokan, tapi juga serius menahan kenaikan harga agar beras terjangkau tetap bisa diakses seluruh lapisan masyarakat. (Awr)



















