BESINFO.ID,Cianjur – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur mencatat
lahan sawah seluas 960 hektare di Kabupaten Cianjur terancam kekeringan akibat terdampak kemarau panjang.
Kepala DTPHP Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, mengatakan berdasarkan data pada 16-31 Juli, dari 45 ribu hektare lahan tanam padi eksisting atau yang sedang tumbuh di lahan sawah, sekitar 2 persennya terancam kekeringan.
“Sebanyak 960 hektare lahan sawah tersebar di 21 kecamatan terancam kekeringan,” kata Wahyu didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Dandan Hendayana, Senin 31 Agustus 2026.
Karena sifatnya terancam, maka statusnya diklasifikasikan dengan kondisi rusak ringan seluas 146 hektare di 18 kecamatan, rusak sedang 8 hektare di 8 kecamatan, dan rusak berat 3 hektare di 4 kecamatan.
“Sejauh ini tidak ada yang puso atau gagal panen,” ujarnya.
Musim kemarau sekarang tak begitu memberikan dampak signifikan terhadap lahan pertanian secara makro. Dampaknya bersifat mikro.
“Dampak secara mikro itu salah satunya terdapat 960 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan,” ungkapnya.
Untuk mencegah dampak kekeringan terhadap lahan pertanian, Pemkab Cianjur melakukan berbagai langkah mitigasi.
“Mengatur pola tanam sesuai kondisi iklim dan ketersediaan air pada masing-masing daerah, menyiapkan jadwal gilir giring air di setiap irigasi, dan lainnya,” pungkasnya. (Redaksi)




















