BESINFO.ID,Cianjur – Siswa SMA IT Al-Hanif Cibeber berinisial F diduga menjadi korban dugaan perundungan yang berujung kekerasan fisik berupa pengeroyokan 9 orang.
F yang merupakan siswa kelas 11 itu mengalami luka di bagian mata.
AS mengatakan, kronologis kejadian berawal dari F yang mendapatkan tugas mengecek keberadaan siswa di setiap kamar agar tidak bolos sholat berjamaah.
“Saudara saya F ini kepala kamar siswa kelas 11 dan mendapat tugas mengecek ke setiap kamar siswa untuk memastikan sholat berjamaah,” kata AS, Senin 3 Agustus 2026.
Dari 4 orang yang kedapatan sholat berjamaah, satu siswa bersembunyi di dalam lemari.
F lalu mengambil cara agar siswa tersebut keluar dari tempat pakaiannya.
“Inisiatif memberikan efek jera kepada siswa tersebut dengan menyemprotkan handspray ke arah korek gas sehingga menimbulkan percikan api,” ujarnya.
Tak terima siswa tersebut kemudian mengadukan perbuatan F ke siswa kelas 12 hingga berujung penyekapan di salah satu ruang kelas.
“Ada 9 orang siswa kelas 12 yang menyekap F selama 3 jam. Salah satunya anak kepala sekolah, mereka melakukan kekerasan fisik dan verbal,” paparnya.
Peristiwa tersebut sebelumnya tidak diketahui orangtuanya hingga pada saat berkunjung, F tiba-tiba minta pulang.
Di rumah, F menceritakan kejadian tersebut dan terlihat mengalami trauma mendalam. Keluarga menghubungi pihak sekolah namun terkesan menutup-nutupi kejadian hingga memutuskan untuk melapor ke Polsek setempat.
“F mengalami luka memar di mata dan trauma, pihak keluarga kecewa lantaran sekolah menutup-nutupi kejadian sehingga mengambil langkah membuat laporan ke Polsek Cibeber,” ungkapnya.
Kepala Sekolah SMA IT Al- Hanif Cibeber Fitria menegaskan, pihaknya belum dapat menjelaskan terkait dugaan perundungan yang berujung kekerasan fisik berupa pengeroyokan salah satu siswa.
“Untuk lebih jelas permasalahan sebenarnya bisa kita ngobrol,” tegasnya. (Awr)




















