BESINFO.ID,Cianjur– Pemkab Cianjur terus mendukung eksistensi Lembaga Pelatihan dan Balai Latihan Kerja. Keberadaannya dirasa sangat penting membantu pemerintah dalam menekan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Wakil Bupati Cianjur Ramzy Geys Thebe mengatakan, kasus TPPO biasanya terjadi karena calon pekerja memilih jalur keberangkatan sendiri atau unprosedural.
Dengan berangkat melalui Lembaga Pelatihan dan Balai Latihan Kerja, masyarakat Cianjur dapat terhindar dari praktik tersebut.
“Jika melalui lembaga resmi yang didukung kementerian, insyaallah aman dan terhindar dari risiko tersebut,” kata Ramzy, Senin 18 Mei 2026.
Dia pun mendukung, langkah anak muda yang mau terus berkarya di bidangnya masing-masing
“Saya selalu mengatakan, jangan mau diam, takut bergerak, atau hanya menjadi penonton. Jangan bicara soal keterbatasan, itu tak akan ada habisnya. Ayo bergerak,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Abdi Bangsa Institute (ABI) Cianjur, Aji Samsurizal mengatakan, menyediakan lowongan pekerjaan lewat Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) berbasis wirausaha di tahun 2026.
Saat ini tingkat penyerapan tenaga kerja industri dari jalur PKK mencapai 90 persen di dalam negeri dan luar negeri
“Kami melepas 3.500 orang, pada 20 Mei mendatang akan ada pelepasan lagi. Dari jumlah itu, 1.595 orang di antaranya ditempatkan ke luar negeri. Total yang sudah kami salurkan ke luar negeri mencapai 6.000 orang,” pungkasnya. (Awr)




















