BESINFO.ID, Cianjur– Penertiban pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Bomero Citywalk menuai tanggapan dari anggota DPRD Cianjur. Ialah, Hj. Lilis Boy dari Fraksi Demokrat.
Dia menyesalkan, penertiban para pedagang tidak terlebih dahulu dimusyawarahkan, malah dilakukan dengan dugaan tindak kekerasan.
“Kami sangat menyayangkan insiden yang terjadi dan adanya pihak yang terluka. Penertiban oleh Satpol PP Cianjur seharusnya dapat diselesaikan dengan dialog yang baik, tanpa harus berujung pada kekerasan,” kata dia, Selasa 11 November 2025.
Ketua DPC Demokrat Cianjur itu pun memaklumi penolakan relokasi para pedagang Bomero, sebab keputusan penertiban haruslah mempertimbangkan secara kemanusiaan, terutama di tengah kondisi perekonomian yang sedang sulit.
“Kita harus jeli, para pedagang PKL ini ada keluarga yang harus mereka tanggung. Pemerintah Daerah perlu turun tangan langsung dan memberikan solusi yang komprehensif,” tegasnya.
Lilis juga menyoroti, kondisi Pasar Induk Cianjur yang merupakan tujuan relokasi para pedagang Bomero, dimana secara penilaian infrastruktur belum dapat dikatakan memadai.
Dia berharap, Pemkab Cianjur dapat memberikan solusi terbaik yang menguntungkan para pedagang Bomero.
“Solusi dari pemerintah daerah sangat dinantikan. Mari duduk bersama, cari jalan tengah yang mempertimbangkan hak semua pihak, tanpa ada yang dirugikan,” pungkasnya. (Awr)




















