BESINFO.ID, Cianjur– Kabupaten Cianjur kekurangan jumlah petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL), kondisi itu terjadi di tengah kabar peralihan status ASN yang semula di bawah pemerintah daerah masing-maisng ke Kementerian Pertanian (Kementan) pada Januari 2026.
Saat ini tercatat di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, jumlah PPL hanya sekitar 124 orang membawahi 32 kecamatan.
Kepala DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Ahmad Danial menjelaskan, jumlah PPL saat ini tidak dapat menjangkau seluruh wilayah Cianjur untuk mendampingi para petani.
“Mereka tersebar di 32 kecamatan. Ada satu orang PPL yang pegang 2 desa, ada juga yang 3 desa. Idealnya satu orang PPL pegang satu desa,” kata Danial, Senin 10 Oktober 2025.
Selama ini beban kerja PPL sangat tinggi. Salah satunya mengawasi alokasi pupuk subdisi agar tepat sasaran.
Tahun ini PPL turut mengawasi realokasi pupuk subsidi dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat sebanyak 74.658 ton.
“PPL juga berperan mengawasi alokasi pupuk subsidi agar tepat sasaran, tahun 2025 Cianjur mendapatkan urea sebanyak 41.093 ton dan NPK sebanyak 33.565 ton,” pungkasnya. (Redaksi)




















