BESINFO.COM, Warungkondang – Terpilihnya Dadang Sutisna Rais sebagai Ketua RW 06 Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, menjadi momen yang bukan hanya dirayakan, tetapi juga dimaknai sebagai ajang mempererat persaudaraan antarwarga. Sebagai ungkapan syukur, warga menggelar acara mancing massal selama tiga hari tiga malam, yang ditutup dengan ngubek balong, tradisi menangkap ikan secara bersama-sama di kolam yang dikuras.
Antusiasme warga sangat tinggi. Sejak hari pertama, area sekitar kolam penuh dengan aktivitas: anak-anak bersorak saat ikan menyambar umpan, bapak-bapak tertawa lepas sambil membandingkan hasil tangkapan, dan ibu-ibu sibuk menyiapkan makanan ringan untuk dinikmati bersama. Malam hari, suasana justru makin ramai—dengan lampu-lampu sorot sederhana, iringan musik organ tunggal, dan warga yang tetap semangat memancing hingga dini hari.
“Ini bukan sekadar mancing, ini soal rasa. Rasa kebersamaan, rasa memiliki, rasa saling mendukung sesama warga. Dan alhamdulillah, semangat itu makin terasa kuat sekarang,” ujar Dadang Sutisna Rais, Ketua RW terpilih, yang ikut terjun langsung ke kolam saat ngubek berlangsung.
Puncak kegiatan digelar pada hari ketiga, saat air kolam dikuras dan warga ramai-ramai terjun untuk ngubek, sebuah tradisi menangkap ikan dengan tangan kosong atau alat sederhana. Sorak sorai dan tawa membahana di seluruh penjuru balong. Beberapa warga bahkan menjadikan momen itu sebagai ajang lomba kecil-kecilan: siapa yang menangkap ikan paling besar, siapa yang tercebur duluan, atau siapa yang malah ikut pulang dengan lumpur dari kepala sampai kaki.
Menurut farhan, salah satu pemuda penggerak acara, kegiatan ini bukan hanya bentuk rasa syukur atas terpilihnya ketua RW, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat budaya gotong royong.
“Warga RW 06 ingin menunjukkan bahwa kerja kolektif, kekompakan, dan silaturahmi adalah kekuatan utama membangun lingkungan. Kalau ini dijaga, InsyaAllah urusan-urusan sosial lainnya akan lebih mudah ditangani,” ucapnya.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai bahwa tradisi seperti ini penting untuk menjaga keharmonisan warga dan menghindari sekat-sekat sosial.
Acara ditutup dengan makan bersama dan pembagian hasil tangkapan. Ikan hasil ngubek dibagikan merata, menandai semangat “ngabagi kabagjaan” (berbagi kebahagiaan) di tengah masyarakat.
Warga berharap, momentum ini menjadi awal yang baik bagi kepemimpinan Dadang Sutisna Rais dan membawa RW 06 Ciwalen menjadi lebih kompak, maju, dan harmonis.




















