CIANJUR.Besinfo.com– Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) belum seluruhnya diikuti petani di Cianjur. Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Cianjur mencatat total lahan yang terdaftar baru sebanyak 60 hektare.
Program dari pemerintah itu memberikan jaminan kepada petani yang mengalami gagal panen akibat banjir, kekeringan, atau serangan hama dan penyakit.
Bertujuan untuk melindungi petani dari risiko gagal panen dan memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami.
JF Analis Prasarana dan Prasarana Pertanian Sub Koor Sarana Pada Bidang PSP Dinas TPHPKP Kabupaten Cianjur, Agie Nurdjaman mengatakan, saat ini 60 hektare lahan terdaftar di AUTP terbagi dari beberapa kelompok tani saja, mayoritas kelompok tani di wilayah Cianjur bagian selatan.
“Seperti Cikadu, Sindangbarang, dan beberapa kecamatan lainnya,” kata Agie, Jum’at 9 Mei 2025.
Alasan para petani mendaftar pada program AUTP sangat beragam, mulai dari keluhan hama hingga terkena dampak bencana.
“Ada gempa bumi, longsor, dan penerangan hama, bisa di klaim jika penyerangan terhadap padi di atas 75 persen,” pungkasnya. (Redaksi)




















