BESINFO.ID, CIANJUR – Dewan Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-I’anah resmi melantik kepengurusan baru periode 2026-2030 yang berlangsung di Pendopo Pancaniti, Selasa (7/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi lembaga yang dikenal sebagai salah satu pelopor pendidikan tertua di Indonesia, yang telah berdiri jauh sebelum kemerdekaan.
Ketua Yayasan YPI Al-I’anah, H.M. Toha, menegaskan bahwa sejarah panjang lembaganya menjadi bukti komitmen kuat dalam mencerdaskan bangsa.
“Ini adalah yayasan legendaris. Sejak tahun 1912, sebelum Republik ini diproklamasikan, kita sudah memulai langkah membangun sumber daya manusia di Indonesia,” ujar Toha kepada wartawan.
Menghadapi dinamika zaman, Toha menyatakan pihaknya siap memperkuat sinergi dengan pemerintah dan lembaga pendidikan lainnya. Salah satu fokus utama yang akan diemban oleh kepengurusan baru adalah penanganan masalah anak putus sekolah yang masih tersebar di berbagai wilayah Cianjur.
“Angka tidak sekolah di Cianjur masih cukup banyak, tersebar baik di pelosok maupun wilayah utara. Kami bersama yayasan lain akan memetakan penanganannya. Jika ada titik rawan yang belum tersentuh, YPI Al-I’anah siap hadir,” tegasnya.
Toha menjelaskan, berdasarkan undang-undang, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, semangat keikutsertaan masyarakat harus terus digelorakan sebagaimana tradisi yang telah dibangun sejak zaman dahulu.
“Bahkan saat Hindia Belanda dulu, kami mendirikan lembaga ini dengan sukarela. Semangatnya sama sampai sekarang. Pendidikan bukan hanya kebutuhan pemerintah, tapi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan melalui perubahan pola pikir.
“Kalau mindset-nya sudah merasa cukup menjadi miskin, maka selesai. Tapi lewat pendidikan, kita bangun keinginan untuk sejahtera dan maju, itu yang akan tumbuh,” paparnya.
Toha juga mengingatkan bahwa investasi di sektor pendidikan bukanlah pekerjaan instan. Berbeda dengan pembangunan fisik yang hasilnya bisa langsung dilihat, pendidikan membutuhkan proses panjang.
“Investasi pendidikan itu jangka panjang, bisa satu dekade atau lebih baru terlihat hasilnya. Tapi itulah jalan yang harus ditempuh untuk membangun peradaban,” pungkasnya.
Awr




















