BESINFO.ID,Cianjur– Pemkab Cianjur menargetkan kenaikan penerimaan pendapatan dari sektor pajak daerah sekitar Rp10 miliar di tahun 2026.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pun menyusun berbagai strategi dan inovasi agar targetnya bisa tercapai.
Kepala Bidang Pengembangan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Bapenda Kabupaten Cianjur, Arief Rahman mengatakan, berbagai upaya dan strategi tentu sudah dirancang agar penerimaan pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi bisa mencapai target. Terutama upaya transformasi digitalisasi untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan.
“Pertama, kita lakukan digitalisasi pajak. Kemudian kita juga memperbaiki atau memperbaharui database, lalu pelayanan pajak keliling atau pepeling yang bersifat jemput bola,” kata Arief Rahman, Senin 9 Februari 2026.
Pada 2025, penerimaan pendapatan dari pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Cianjur ditargetkan sebesar Rp419,4 miliar. Tahun ini targetnya naik menjadi kisaran Rp429 miliar.
Arif menilai penerapan digitalisasi pajak saat ini sangat penting. Sebab, transaksi pembayaran pajak tak harus ribet dilakukan secara tunai ke kantor Bapenda Kabupaten Cianjur.
“Banyak platform pembayaran nontunai yang bisa dilakukan setiap wajib pajak. Kita sudah membuka berbagai kanal pembayaran. Jadi, masyarakat tak perlu repot atau ribet ketika harus membayar pajak,” ungkapnya.
Di tahun 2025, secara persentase penerimaan pendapatan daerah yang dikelola Bapenda Kabupaten Cianjur belum berjalan optimal. Namun, dari sisi nominal terjadi peningkatan penerimaan yang cukup signifikan dibanding 2024 sebesar Rp98 miliar.
Kemudian, realisasi penerimaan pajak daerah yang tercatat hingga 31 Desember mencapai Rp389,4 miliar. Secara persentase, capaiannya sekitar 92,85% dari target yang ditetapkan sebesar Rp419,4 miliar. Sebagai komparasi, realisasi penerimaan pajak daerah pada 2024 sebesar Rp291,4 miliar atau 104,68% dari target sebesar Rp278 miliar
“Kami tentu harus optimistis mengejar target,” pungkasnya. (Redaksi)




















