CIANJUR.Besinfo.com– Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Cianjur pada tahun 2025 terdampak efisiensi anggaran.
Diketahui Destana merupakan konsep yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan suatu desa dan kelurahan dalam menghadapi serta mengatasi bencana. Program tersebut digagas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dianggarkan masing-masing Pemkot/Pemkab.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Cianjur Asep Kusmanawijaya menjelaskan, semula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur menargetkan 15 desa dan kelurahan berstatus Destana, kini hanya bisa dibentuk setengahnya dari target yang ditetapkan.
“Setiap tahun ada 15 desa dan kelurahan yang disasar menjadi Destana, karena ada efisiensi menjadi 8 atau 7 di tahun 2025,” tutur Asep, Kamis 8 Mei 2025.
Tercatat di tahun 2024, jumlah desa dan kelurahan berstatus Destana sebanyak 159.
Asep menargetkan, dalam kurun waktu 5 tahun ke depan 360 desa dan kelurahan di Kabupaten Cianjur sudah berstatus desa tangguh bencana.
“Mudah-mudahan 5 tahun ke depan seluruh desa dan kelurahan berstatus Destana,” ujarnya.
Suatu desa mendapatkan status Destana kata Asep, secara teknis harus terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi ilmu kebencanaan.
Kemudian Kepala Desa memberikan Surat Keputusan (SK) kepada personil Destana yang sudah ditentukan dari berbagai elemen.
“Jadi kepala desa ini nantinya memberikan SK kepada siapa-siapa saja yang ditentukan menjadi personil Destana, manakala terjadi bencana harus siap,” kata dia.
Selain itu dalam hal peralatan, desa juga harus menyediakan. Namun Asep menilai hal lebih penting dari konsep Destana ialah ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Yang utama masyarakat itu tangguh, manakala terjadi bencana itu harus berbuat apa,” pungkasnya. (Redaksi)




















