BESINFO.ID,Cianjur– Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Cianjur menyiapkan berbagai langkah dalam menghadapi bencana kekeringan.
Menyusul penetapan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di seluruh Jawa Barat mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Sekretaris Dinas TPHP Cianjur Ali mengatakan, berbagai upaya telah disiapkan, mulai dari pengaturan jadwal tanam, penyediaan sarana air hingga kerja sama lintas instansi.
Upaya tersebut pun dituangkan dalam surat edaran Pemkab Cianjur dan telah disosialisasikan.
“Setiap petugas menyampaikan imbauan secara langsung kepada para petani agar mereka tidak terkejut dan bisa mengambil keputusan yang tepat menjelang berkurangnya curah hujan,” kata Ali, Selasa 7 Juli 2026.
Sosialisasi juga digencarkan ke petani berupa imbauan tidak memaksakan menanam padi pada periode kemarau.
Mereka disarankan menanam komoditas pangan lainnnya berupa jagung, kedelai, kacang-kacangan, dan mentimun, sebab penggunaan airnya jauh lebih rendah.
“Kalender tanam harus menjadi pedoman utama. Jika dipaksakan, biaya operasional naik karena harus menyedot air lebih banyak,” ungkapnya.
Demi mengatasi penurunan debit air dijaringan irigasi, Dinas TPHP bersama jajaran TNI dari Kodim hingga tingkat Babinsa menyiapkan sekitar 500 unit pompa air yang siap dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan.
“Kerja sama ini sudah terjalin sejak beberapa tahun terakhir. Pompa-pompa ini akan dipasang di titik-titik strategis, terutama di daerah yang selama ini paling sulit mendapatkan air saat musim kemarau,” pungkasnya. (Awr)




















