CIANJUR.Besinfo.com– Ajang pencarian bakat terbesar di tanah air D’Academy Indosiar akhirnya menyambangi Kabupaten Cianjur, tepatnya digelar di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Penembong, Sabtu, 19 April 2025.
Acara dapat terselenggara berkat campur tangan Wakil Bupati Cianjur, H. Ramzi yang juga dikenal sebagai selebritas dan pengisi acara sekaligus mentor dalam program tersebut. Namun, harapan untuk melihat antusiasme besar dari masyarakat tampaknya belum sepenuhnya terwujud.
“Saya pikir akan lebih ramai, apalagi ini acara besar seperti D’Academy, tapi ternyata yang datang sedikit,” ujar salah satu panitia pelaksana yang enggan disebutkan namanya.
Rendahnya jumlah peserta diduga disebabkan oleh kurangnya sosialisasi kepada masyarakat luas. Beberapa warga mengaku tidak mengetahui bahwa audisi dilaksanakan di Cianjur.
“Kalau saya tahu lebih awal, pasti saya daftar. Ini kan kesempatan besar buat anak-anak muda Cianjur,” kata Yuli, salah seorang warga setempat.
Harapan pada Wakil Bupati Cianjur Ramzi
Kehadiran Ramzi, Wakil Bupati Cianjur, sebagai figur sentral di balik terselenggaranya acara ini diharapkan mampu mendongkrak partisipasi masyarakat. Sebagai pembawa acara ajang pencarian bakat itu, dirinya dinilai memiliki pengaruh signifikan di kalangan pecinta musik dangdut Tanah Air.
Namun sayang, kehadiran sang wakil bupati belum mampu memperluas jangkauan promosi secara maksimal. Beberapa pihak menyayangkan minimnya publikasi di media sosial maupun platform lain yang biasa digunakan oleh generasi muda.
“Kami berharap dengan adanya acara ini, potensi seni dan bakat di Cianjur bisa terangkat. Tapi sayangnya, promosinya kurang masif,” komentar Ahmad Fauzi, salah satu pelaku seni di Cianjur.
Dampak Ekonomi Tak Terasa
Selain minimnya peserta, dampak ekonomi dari penyelenggaraan acara ini juga belum terlihat. Salah satu indikator utamanya adalah tingkat hunian hotel di sekitar lokasi yang tidak mengalami peningkatan signifikan.
“Kami berharap ada lonjakan tamu saat acara ini berlangsung, tapi nyatanya tidak ada perubahan berarti,” ungkap Ibu Rini, pemilik salah satu hotel di kawasan Cianjur Kota.
Hal serupa juga dirasakan oleh pelaku usaha kuliner dan transportasi. Meski ada beberapa panitia dan tim produksi yang datang dari luar kota, jumlah mereka tidak cukup untuk memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal. (Redaksi)




















