BESINFO.ID,Cianjur– Pengembangan usaha budidaya ikan gurame sebanyak 10.000 ekor serta penanaman bibit jagung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang dilaporan mengalami kerugian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran tersebut berasal dari pengelolaan penyertaan modal dari pemerintah desa yang mencapai Rp260 juta pada tahun anggaran 2025.
Sekitar Rp78 juta telah direalisasikan untuk pembelian 10.000 ekor bibit ikan gurame dengan harga Rp7.800 per ekor. Sementara sisa anggaran dialokasikan untuk pengadaan lahan dan penanaman bibit jagung.
Ketua BUMDes Cibulakan, Asep Muklis mengaku, dalam penyertaan modal tersebut mengalami kerugian berupa kematian dan kehilangan bibit gurame dan bibit jagung.
BUMDes Cibulakan pun telah melaporkan ke kecamatan dengan melengkapi dokumen hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang sebelumnya dilakukan pihak kecamatan.
“Kami datang ke kantor kecamatan untuk menyerahkan kekurangan dokumen hasil monev beberapa hari lalu, terkait kematian bibit gurame dan kehilangan serta kematian bibit jagung program ketahanan pangan Desa Cibulakan tahun 2025,” kata Asep.
Asep menambahkan, kegiatan budidaya gurame tersebut direkomendasikan oleh pendamping Kementerian Desa berinisial MH. BUMDes juga diarahkan untuk membeli bibit gurame dari wilayah Majalengka sebanyak 10.000 ekor dengan total nilai Rp78 juta.
“Tidak hanya desa kami, kurang lebih 10 desa di Kabupaten Cianjur juga membudidayakan ikan yang sama dengan jumlah di atas seribu ekor dan banyak yang mengalami kendala serupa, yakni kematian ikan,” paparnya.
Camat Cugenang, Ali Akbar mengatakan, telah menindaklanjuti dengan menggelar pertemuan dengan Ketua BUMDes dan Kepala Desa Cibulakan.
Pertemuan itu bertujuan meminta keterangan dari keduanya serta melengkapi dokumen terkait hasil monitoring pengelolaan program ketahanan pangan.
“Kami ingin mengetahui langsung kronologis sejak kedatangan bibit gurame hingga terjadinya kematian dan kehilangan ikan tersebut,” pungkasnya. (Awr)




















