BESINFO.ID, CIANJUR – Upaya memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah terdampak bencana di Sumatera terus diperkuat oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur. Pada Jumat, PMI kembali memberangkatkan dua orang relawan beserta satu unit mobil tangki air ke daerah terdampak untuk mendukung layanan WASH (Water, Sanitation and Hygiene) di lapangan.
Ketua PMI Cianjur, Ahmad Fikri, mengatakan pengiriman relawan ini merupakan bagian dari respon cepat terhadap permintaan PMI Pusat. Para relawan nantinya akan bertugas dalam penyediaan air bersih yang aman bagi masyarakat pascabencana.
“Sesuai permintaan PMI Pusat, kami mengirimkan dua orang relawan terdiri dari satu staf dan satu relawan dengan tangki air bersih menuju Jakarta sebelum diberangkatkan ke wilayah terdampak di Sumbar,” jelas Fikri.
Misi WASH menjadi salah satu prioritas PMI dalam kondisi bencana, mengingat akses terhadap air bersih sangat vital untuk mencegah penyakit berbasis air. Pasokan air bersih juga diperlukan untuk kebutuhan harian mulai dari minum, memasak, hingga menjaga kebersihan lingkungan para penyintas.
Saat ini, tercatat enam relawan PMI Cianjur masih bertugas di Aceh dan Sumatera Utara, dengan dua relawan khusus menangani pengolahan air bersih (WASH) di Aceh. Mereka bertanggung jawab memastikan distribusi air layak konsumsi menggunakan teknologi filtrasi dan sistem sanitasi darurat di lokasi pengungsian.
Fikri menegaskan bahwa PMI Cianjur akan terus mendukung penguatan WASH di wilayah terdampak selama dibutuhkan. Koordinasi juga dilakukan dengan PMI provinsi dan pusat untuk kemungkinan penambahan relawan dengan keahlian khusus.
“Kami siap mengirimkan tenaga tambahan apabila kondisi lapangan memerlukan. Fokus utama kami adalah pemenuhan air bersih dan sanitasi bagi penyintas bencana,” ujarnya.
Selain pengiriman relawan, PMI Cianjur juga membantu pemulihan dengan menyalurkan donasi dari masyarakat sebesar lebih dari Rp15 juta. Bantuan ini telah disalurkan ke Aceh Tamiang dalam bentuk paket keluarga, paket anak, serta paket kebersihan, yang mendukung penerapan higienitas di area pengungsian. (*)




















