BESINFO.ID, CIANJUR – Ade Kartini (48), warga Kampung Cimapag Girang, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, hanya bisa berharap ada tangan dermawan yang terketuk hatinya. Ibu rumah tangga ini mengidap kanker payudara stadium III dan kini kesulitan melanjutkan pengobatan karena keterbatasan biaya.
Dengan suara lirih, Ade menceritakan perjuangannya menahan sakit sambil memikirkan biaya hidup sehari-hari. Untuk sekadar biaya transportasi menuju rumah sakit pun ia kerap tidak sanggup, padahal jadwal kontrol harus tetap dijalani agar kondisinya tidak semakin memburuk.
“Saya harus berobat jalan karena kanker saya sudah stadium tiga. Dulu sempat dapat bantuan dari KDM, tapi tidak berkelanjutan. Setelah itu, saya berjuang sendiri,” tuturnya, Kamis (11/12/2025).
Ia mengaku telah berusaha mencari berbagai sumber bantuan. Ade pernah pergi ke rumah sakit di Bandung menggunakan ambulans puskesmas, bahkan mencoba mengadu ke Pakuan. Namun jawaban yang diterima justru membuat hatinya semakin terpuruk.
“Saya pernah datang ke tempat pengaduan, tapi kata petugas bantuan dari gubernur tidak bisa dua kali. Saya ingin ke Bupati Cianjur, tapi tidak ada yang bisa mengantar,” ungkapnya.
Meski memiliki BPJS, kendala tetap menghimpitnya. Bukan pada biaya rumah sakit, melainkan ongkos transportasi dan kebutuhan harian yang semakin sulit dipenuhi.
“Untuk biaya sehari-hari saja bingung. Kadang sakitnya datang, badan terasa sangat lelah. Saya hanya berharap ada yang mau membantu saya,” ucapnya sambil menahan air mata.
Di tengah kondisi kesehatan yang terus menurun, Ade tetap menggantungkan harapan kepada pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat yang peduli. Ia berharap ada uluran tangan yang dapat membantunya melanjutkan pengobatan yang sempat terhenti karena masalah biaya.
“Apa pun bentuk bantuannya sangat berarti untuk saya,” ujarnya penuh harap. (Awr)




















