BESINFO.ID, Cianjur — Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) semakin terasa di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Cianjur. Namun di tengah semangat pemerataan pendidikan itu, muncul dugaan praktik penyimpangan yang dilakukan oleh salah satu lembaga, PKBM Auladul Mustopa, yang beralamat di Kampung Sukamanah RT 02 RW 03, Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.
PKBM yang dipimpin oleh Mustopa selaku Kepala Sekolah ini kini menaungi ratusan peserta didik dari berbagai latar belakang. Namun, hasil penelusuran menunjukkan adanya indikasi manipulasi data peserta didik dalam sistem pendidikan nonformal tersebut.
Dari total 609 siswa dan siswi yang tercatat di PKBM Auladul Mustopa, sebanyak 18 orang diketahui merupakan lulusan dari sekolah formal (SMA/SMK) yang kembali didaftarkan sebagai peserta didik PKBM. Ironisnya, bahkan terdapat satu nama siswi yang telah meninggal dunia, namun tetap terdaftar aktif dalam data penerima bantuan operasional pendidikan.
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pendaftaran ulang terhadap siswa yang telah lulus atau bahkan sudah meninggal dunia dilakukan untuk memperoleh keuntungan dari dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP).
Sebagai informasi, anggaran BOP untuk setiap peserta didik PKBM sebesar Rp1.830.000 per tahun.
Jika dihitung, dari 18 siswa terindikasi fiktif tersebut, maka total dana yang diduga diterima secara tidak sah mencapai:
Rp1.830.000 x 18 siswa = Rp32.940.000 per tahun
Jika dikalikan dua tahun (karena data menunjukkan siswa terdaftar sejak 2023), totalnya menjadi Rp65.880.000
Ditambah tahap pertama tahun 2025 sebesar Rp16.470.000, maka kerugian negara diperkirakan mencapai Rp82.350.000
Dugaan tersebut kini tengah menjadi sorotan berbagai pihak, terutama para pemerhati pendidikan dan masyarakat sekitar, yang menilai bahwa praktik semacam ini mencederai semangat pendidikan nonformal sebagai sarana kedua bagi masyarakat yang putus sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PKBM Auladul Mustopa belum memberikan klarifikasi resmi terkait temuan tersebut.
Besinfo.id masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, untuk memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai keabsahan data peserta didik dan penyaluran dana BOP di lembaga tersebut. (Bes)




















