CIANJUR.Besinfo.com- 30 Juni 2025
Sebanyak 14 pejabat eselon II resmi dilantik Bupati Cianjur dalam rotasi dan mutasi jabatan yang digelar Senin (30/6/2025). Pelantikan ini disebut sebagai bagian dari penyegaran birokrasi dan percepatan program pembangunan daerah.
Adapun daftar pejabat yang dilantik:
1. Budhi Rahayu Toyib, S.Sos., MM – Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan
2. R. Dedi Sudrajat, SE., MAP – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah
3. Ayi Reza Addairobi, SE., M.AP – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
4. Rachmat Hartono, SH., MAP – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian
5. Ahmad Rifa’i Azhari, S.Sos., M.Si – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
6. Asep Suparman, S.Sos., M.Si – Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan
7. Euis Jamilah, S.Pd., M.AP – Asisten Perekonomian dan Pembangunan
8. Iwan Setiawan, S.Pt., MM – Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan
9. Dadan Ginanjar, S.IP., M.Si – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
10. Drs. Tedy Artiawan, M.Si – Kepala Dinas Sosial
11. Aris Haryanto, AP., M.Si – Kepala Dinas Perhubungan
12. Drs. Cecep Dicky Haryadi – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
13. R. Lusi Hasfiati, SE., MT., M.Sc – Asisten Administrasi Umum
14. Dedi Supriadi, S.IP., M.Si – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian
Meski pelantikan ini dianggap penting secara administratif, kritik tajam datang dari Ahmad Anwar, SH, aktivis dari Cepot (Cianjur People Movement).
“Publik tidak butuh seremoni, tapi bukti. Kalau rotasi jabatan hanya jadi ajang politik balas budi atau formalitas lima tahunan, maka visi Cianjur Berjaya hanya tinggal slogan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa visi Cianjur Berjaya yang mengusung nilai beragama, sejahtera, dan berkarya, perlu diwujudkan melalui reformasi nyata, termasuk transparansi evaluasi kinerja pejabat dan pelibatan publik dalam pengawasan program.
“Kalau pejabatnya ganti, tapi cara kerjanya stagnan, maka ini hanya daur ulang birokrasi. Warga butuh pelayanan yang cepat, bersih, dan inovatif, bukan basa-basi,” tambah Ahmad.
Cepot mendorong agar para pejabat baru langsung tancap gas dan menunjukkan gebrakan dalam 100 hari kerja pertama. Mereka juga menyerukan pentingnya audit kinerja berbasis dampak langsung kepada masyarakat, bukan sekadar pelaporan administratif.
Kini publik menanti: apakah pelantikan ini akan menjadi titik balik birokrasi Cianjur menuju arah yang lebih baik, atau sekadar rotasi tanpa substansi?. (Bes)




















