BESINFO.ID, Cianjur– Para santri yang tengah mengenyam pendidikan di pesantren-pesantren salafiyah di Cianjur didorong untuk mendapatkan pendidikan formal.
Program itu nantinya akan diimplementasikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, langkah yang akan dilakukan pihaknya itu merupakan upaya menyetarakan pendidikan santri dan pelajar. Terutama berkaitan dengan pendidikan formal.
“Kami akan mencoba menggaet pondok pesantren untuk mengadakan program pembelajaran pendidikan formal. Jangan sampai para santri ini tidak merasakan pendidikan formal,” kata Ruhli, Minggu 11 Januari 2026.
Upaya itu juga untuk menekan angka putus sekolah (ATS) yang notabene masih cukup tinggi. Di Kabupaten Cianjur, ATS mencapai 53 ribu orang lebih.
Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak luas pada upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada prinsipnya, kata Ruhli, program itu secara teknis akan mendatangi langsung setiap pondok pesantren.
Paling utama adalah kesiapan dan kesanggupan pemilik pesantren menyiapkan tempat pembelajaran.
Apabila tidak menyanggupinya karena keterbatasan sarana dan prasarana, maka santri diarahkan untuk mengikuti pembelajaran ke sekolah terdekat.
“Teknisnya kami mendatangi pesantren untuk melihat sejauh mana kesiapan memyediakan tempat dan sasaran siswa pesantren tersebut. Nanti kita menentukan kurikulum dan tenaga pendidiknya,” pungkasnya. (Redaksi)



















