BESINFO.ID,Cianjur– Seorang pelajar, jenjang sekolah dasar (SD), Melati (bukan nama sebenarnya) menjadi korban dugaan tindak asusila terduga pelaku, FS (30) dan EP (16). Peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Sukaresmi.
Keluarga korban pun segera memperkarakan kasus tersebut dengan bersiap melaporkan secara hukum.
Ibu korban, NS (41) menjelaskan, dugaan tindak asusila yang dialami sang anak terungkap saat mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya dan gelagatnya menangis secara histeris. Dia pun menaruh curiga dan mulai mendesak anaknya bercerita masalah yang dialaminya.
Bak disambar petir, NS mendengar langsung cerita sang anak yang mengaku mengalami dugaan tindak asusila dari kedua terduga pelaku sebelum bulan Ramadhan 2026.
Aksi mereka pun dilakukan di beberapa tempat yang dirasa sepi dan jauh dari pantauan masyarakat.
“Pengakuannya lebih dari satu kali sebelum bulan Ramadan, dilakukan di saung dekat kolam lele, kamar mandi masjid, dan rumah salah satu terduga pelaku,” tutur NS.
Dia menambahkan, anaknya mengalami trauma psikologis yang cukup berat. Keluarganya pun ingin membawa Melati ke psikologis disamping akan melapor ke polisi.
“Selain melapor ke polisi, kami juga meminta pendampingan psikologis agar proses pemulihan psikis Melati dapat berjalan dengan baik,” paparnya.
Kuasa hukum korban, Advokat Iko Bambang Sukmara, SH mengaku, tengah menyiapkan laporan polisi karena unsur pidana dinilai telah terpenuhi diantaranya keterangan korban, lokasi kejadian dan identitas pelaku.
Dia pun meminta, polisi segera bergerak setelah laporan resmi diterima, hal itu demi keadilan kliennya.
“Korban masih anak kelas enam sekolah dasar, trauma yang dialami bisa berlangsung sangat lama jika tidak ditangani serius,” pungkasnya. (Awr)


















