CIANJUR.Besinfo.com– Salah satu siswa di Kabupaten Cianjur yang namanya diduga dicatut PKBM Awalul Huda mendapatkan perhatian khusus dari pemerhati pendidikan Ahmad Anwar HM, atau yang akrab di sapa Kang Ebes. Lewat akun media sosialnya, dia menyatakan kecurigaannya bahwa ada siswa lain yang mendapatkan kejadian serupa soal pencatutan di dapodik.
“Ternyata PKBM Awalul Huda itu bukan hanya satu siswa, yang sudah lolos di pendidikan formal lalu di daftarkan kembali di PKBM Awalul Huda saya ada buktinya” kata kang Ebes di video yang berdurasi 17:19 menit yang di unggah kedalam media sosial tiktok bernama @Info Tibudak Jero.
Ebes menuding pemilik PKBM Awalul Huda seorang guru SMPN 2 Agrabinta yang jarang masuk sekolah atau mengajar.
“Saya mendapat informasi pemilik PKBM Awalul Huda itu sebagai guru SMP Negri 2 Agrabinta, banyak informasi yang sampai kepada saya jarang masuk, mentang mentang dekat dengan Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur,” lanjut Ebes.
Tak hanya itu ebes juga mengatakan, PKBM Awalul Huda mendapatkan BOP fantastis hanya untuk memperkaya diri.
“Anda mendapatkan BOP PKBM kurang lebih 380 juta diduga hanya untuk memperkaya diri sendiri,” tuding Ebes.
Ebes mengaku, dirinya sudah mengkonfirmasi kepada Kabid dan Kepala Disdikpora Cianjur akan melapor kepada Mabes Polri dan pihak terkait atas temuan tersebut.
“Saya sudah konfirmasi kepada Kabid PKBM, kabid tidak punya kemampuan, saya akan melaporkan ini ke Mabes Polri, dan minta di audensi dengan Kemendikbud, Karena percuma Kabid ditelpon tidak di jawab di ajak ketemu tidak mau, tidak ada respon, saya akan minta audensi dengan DPRD Kabupaten Cianjur,” cetus Ebes.
Ebes juga mempertanyakan, Kadis dan Kabid tidak mengetahui sama sekali soal hal tersebut.
“Dengan memanipulasi dapodik anda telah melakukan perampokan uang negara secara sistematis dan masif, dan tidak mungkin seorang Kabid seorang kadis tidak tahu,
sejauh mana seorang Kabid melakukan kontrol PKBM?,” terangnya
Ebes juga menantang kepala dinas dan Kabid PKBM secara terang terangan untuk berdebat hingga menyuruh Kabid mundur dari jabatannya.
“Saya tantang Kabid, PKBM dan kadis dinas pendidikan berdebat apa bila saya kalah silahkan anda mau suruh saya keluar di Kabupaten Cianjur, tapi apa bila anda kalah silahkan anda mundur dari jabatan anda,” tegas dia.
Di akhir video kang Ebes juga menampilkan salah satu video siswa alumni SMK Bakti Insani lulusan tahun ajaran 2021-2022 lainya yang senasib dengan siswi Dati. (Awr)




















